DISTRIBUSI PENDAPATAN NASIONAL DI INDONESIA
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
Distribusi pendapatan nasional menggambarkan merata atau timpangnya pembagian hasil pembangunan suatu negara di kalangan penduduknya. Distribusi pendapatan nasional akan menentukan bagaimana pendapatan nasional yang tinggi akan mampu menciptakan perubahan-perubahan dan perbaikan-perbaikan dalam masyarakat. Distribusi pendapatan nasional yang tidak merata, tidak akan menciptakan kemakmuran bagi masyarakat secara umum.
Ketidakmerataan distribusi pendapatan merupakan salah satu permasalahana pembangunan sebab pertumbuhan ekonomi tidak banyak bermanfaat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila distribusi hasil pembangunan tidak merata. Terdapat 8 (delapan) penyebab ketidakmerataan distribusi pendapatan, diantaranya: pertumbuhan penduduk yang tinggi, inflasi, pembangunan daerah tidak merata, penggangguran tinggi, mobilitas sosial rendah, memburuknya nilai tukar produk NSB, dan hancurnya industri kerajinan rakyat.
Kriteria ketidakmerataan versi Bank Dunia didasarkan atas porsi pendapatan nasional yang dinikmati oleh tiga lapisan penduduk.
Indikator ketimpangan distribusi pendapatan menurut Bank Dunia
Distribusi Pendapatan | Tingkat Ketimpangan atau Kesenjangan |
Kelompok 40% penduduk termiskin pengeluarannya <12% dari keseluruhan pengeluaran | Tinggi |
Kelompok 40% penduduk termiskin pengeluarannya 12% sampai 17% dari keseluruhan pengeluaran | Sedang |
Pengeluarannya >17% dari keseluruhan pengeluaran | Rendah |
Persentase Pembagian Pendapatan Nasional di Antara 3 Lapisan Pendapatan
1999 | 2002 | 2003 | 2004 | 2005 | 2006 | 2007 | 2008 | 2009 | 2010 | 2011 | |
40% pendapatan terendah | 21,66 | 20,92 | 20,57 | 20,80 | 18,81 | 19,75 | 19,10 | 19,56 | 21,22* | 18,05* | 16,85* |
40% pendapatan menengah | 37,77 | 36,89 | 37,10 | 37,13 | 36,40 | 38,10 | 36,11 | 35,67 | 37,54* | 36,48* | 34,73* |
20% pendapatan tertinggi | 40,57 | 42,19 | 42,33 | 42,07 | 44,78 | 42,15 | 44,79 | 44,77 | 41,24* | 45,47* | 48,42* |
Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional , Modul Konsumsi 1999, 2002 dan 2005 (2003, 2004 dan 2006 hanya mencakup panel 10.000 rumahtangga, sedangkan 2007, 2008, 2009, dan 2010 mencakup panel 68.800 rumah tangga), Tahun 2011 merupakan data Susenas Triwulan I (Maret 2011) dengan sampel 75.000 rumah tangga
* Dihitung dengan menggunakan data individu bukan data kelompok pengeluaran seperti pada tahun sebelumnya.
KEMISKINAN DI INDONESIA
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Banyak juga pengertian kemiskinan menurut para ahli seperti:
1. BAPPENAS (1993)
Kemiskinan adalah situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena kehendak oleh si miskin, melainkan karena keadaan yang tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya.
2. Levitan (1980)
Kemiskinan adalah kekurangan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu standar hidup yang layak.
3. Faturchman dan Marcelinus Molo (1994)
Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dan atau rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
4. Ellis (1994)
Kemiskinan merupakan gejala multidimensional yang dapat ditelaah dari dimensi ekonomi, sosial politik.
5. Suparlan (1993)
Kemiskinan adalah suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.
6. Reitsma dan Kleinpenning (1994)
Kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya, baik yang bersifat material maupun non material.
7. Friedman (1979)
Kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk memformulasikan basis kekuasaan sosial, yang meliptui : asset (tanah, perumahan, peralatan, kesehatan), sumber keuangan (pendapatan dan kredit yang memadai), organisiasi sosial politik yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai kepentingan bersama, jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan, barang atau jasa, pengetahuan dan keterampilan yang memadai, dan informasi yang berguna.
Masalah kemiskinan adalah masalah yang kompleks dan global. Di indonesia masalah kemiskinan seperti tak kunjung usai. Masih banyak kita dapati para pengemis dan gelandangan berkeliaran tidak hanya di pedesaan bahkan di kota-kota besar seperti jakarta pun pemandangan seperti ini menjadi tontonan setiap hari.
Perkembangan kemiskinan di Indonesia sejak Maret 2011 hingga Maret 2012 cenderung menurun. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret 2012 sebesar 29,13 juta orang (11,96%) yang berkurang 0,89 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang berjumlah 30,02 juta orang (12,49%). Berdasarkan daerah tempat tinggal, selama periode Maret 2011-Maret 2012, penduduk miskin di daerah perkotaan dan pedesaan masing-masing turun 399,5 ribu orang (0,45%) dan 487 ribu orang (0,60%).
Jumlah dan Presentase Penduduk Miskin Menurut Daerah,
Maret 2011-Maret 2012
Daerah/Tahun | Jumlah Penduduk Miskin (Juta) | Presentase Penduduk Miskin |
Perkotaan | ||
Maret 2011 | 11,05 | 9,23 |
Maret 2012 | 10,65 | 8,78 |
Pedesaan | ||
Maret 2011 | 18,97 | 15,72 |
Maret 2012 | 18,48 | 15,12 |
Kota+Desa | ||
Maret 2011 | 30,02 | 12,49 |
Maret 2012 | 29,13 | 11,96 |
Berdasarkan Susenas Maret 2012 diketahui bahwa penduduk miskin terbesar berada di Pulau Maluku dan Papua, yaitu sebesar 24,77 persen, sementara presentase penduduk miskin terkecil di Pulau Kalimantan, yaitu sebesar 6,69 persen.
Jumlah dan Presentase Penduduk Miskin Menurut Pulau,
Maret 2012
Pulau | Jumlah Penduduk Miskin (000) | Presentase Penduduk Miskin (%) | ||||
Kota | Desa | Kota+Desa | Kota | Desa | Kota+Desa | |
Sumatera | 2.075,54 | 4.225,33 | 6.300,87 | 10,15 | 13,30 | 12,07 |
Jawa | 7.209,94 | 8.897,26 | 16.107,20 | 8,84 | 15,46 | 11,57 |
Bali&Nusa Tenggara | 640,23 | 1.393,71 | 2.033,94 | 12,13 | 17,03 | 15,11 |
Kalimantan | 266,15 | 688,42 | 954,57 | 4,41 | 8,37 | 6,69 |
Sulawesi | 341,04 | 1.756,20 | 2.097,24 | 5,70 | 14,86 | 11,78 |
Maluku& Papua | 114,33 | 1.524,27 | 1.638,60 | 5,88 | 32,64 | 24,77 |
Indonesia | 10.647,23 | 18.485,19 | 29.132,42 | 8,78 | 15,12 | 11,96 |
Dapat disimpulkan bahwa kemiskinan merupakan masalah yang kompleks sehingga dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan seluruh warga negara Indonesia untuk ikut berperan serta dalam meminimalkan jumlah kemiskinan agar negara kita bisa bangkit dari keterpurukan baik dari krisis ekonomi maupun kemiskinan yang semakin meningkat tiap tahunnya, agar negara kita bisa berkembang dan maju serta sejajar dengan negara maju yang sejahtera.
Sumber : dianggraini06.blogspot.com/2013/05/distribusi-pendapatan-dan-kemiskinan-di.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar